Proyek PLN, Penjualan ke PLN Memegang 22%

Permohonan kabel nasional masih didominasi oleh project Perusahaan Listrik Negara (PLN) . Gak pelak produksi pabrikan kabel condong penuhi kepentingan itu.

Minimal, kata Noval Jamalullail, Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) 50% kepentingan dalam negeri diserap oleh project PLN. Benerapa pabrikan besar bahkan juga 60% produksinya untuk mensuplai permintaan itu.

Apkabel, kepentingan kabel diperhitungkan masih naik tahun ini
Dari sisi perkembangan industri sendiri, Apkabel memproyeksikan pertumbuha kira-kira 20% di tahun ini. ” Justru beberapa item seperti kabel tanam medium voltage dapat naik 50% tahun ini, ” kata Noval pada Kontan. co. id, Rabu (8/5) .

Kabel tanam medium voltage sekarang ini banyak diperlukan kota-kota besar untuk mensubtitusi kabel listrik yang menggantung dijalanan yang dianggap kurang estetik serta telah saatnya ditukar. Sekarang ini beberapa produsen sudah nikmati kontrak payung sepanjang 1 tahun dengan PLN.

Akan tetapi kehadiran situasi ini bukan tiada rintangan, besarnya nilai permohonan kabel PLN pun disertai dengan kemungkinan yang besar juga. ” Contohnya final price 1 tahun, sesaat gunakan aluminium beli gunakan dolar AS, meskipun transaksi lokal kalaupun fluktuasi naik itu terdapat resiko untuk produsen. Lalu kemungkinan ke-2 bab cashflow, kalaupun nyetok namun belum diambil-ambil pasti merepotkan (pabrikan) , ” urai Noval.

Selanjutnya : harga kabel listrik

Disamping itu untuk PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) konsentrasi penuhi kepentingan pasar negeri ialah perihal yang penting. ” Sebab kami sadar di negeri benar-benar melimpah ruah project. Faktanya kami dapat bertambah, punyai omzet, ” jelas Nicodemus M. Trisnadi, Direktur Keuangan SCCO.

Project itu ditambah lagi kalaupun bukan program pemerintah bangun pembangkit listrik 35 ribu Mega Watt (MW) oleh PLN. Selama kuartal-I 2019 penjualan bersih SCCO tumbuh 17% year on year (yoy) jadi Rp 1, 37 triliun, penjualan ke PLN sendiri memberikan 11, 7% atau kira-kira Rp 161 miliar.

Lihat perubahan project infrastruktur pun, SCCO akan menguatkan titik produksi di kabel 150 kV. Sekarang ini utilitas pemanfaatan mesin produksi sudah menggapai 70%-80%, serta masih bisa ditambah sesuaikan permohonan.

Hal sama pun dihadapi PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) , dimana menurut Sekretaris Perusahaan KBLI Made Yudana, menjelaskan project PLN itu berpengaruh siginifikan pada penjualan, “Ke bagian pemerintah bagian penjualan naik jadi 50% sampai 55% di tahun kemarin, ” ujarnya.

Mengenai selama kuartal-I 2019 penjualan KBLI tumbuh 16% jadi Rp 1, 02 triliun dimana pada periode yang sama tahun kemarin cuma Rp 883 miliar. Sedang bagian penjualan ke PLN memegang 22% dari keseluruhan revenue atau kira-kira Rp 225 miliar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s